FILSAFAT : DASAR ONTOLOGI KEILMUAN
Assalamuallaikum Wr. Wb
Disini saya akan Sharing-sharing hasil diskusi kelas kami mengenai Dasar Ontologi Keilmuan, semoga tulisan saya ini daat bermanfaat bagi teman-teman semua.
Pertama kita harus mengetahui definisi dari ontologi terlebih dahulu sebelum ke pembahasan yang lebih jauh. Ontologi adalah ilmu yang membahas tentang hakikat yang ada. Objek material ontologi adalah yang ada, artinya segala-galanya, meliputi yang ada sebagai wujud kongkrit dan abstrak, indrawi maupun tidak indrawi. Objek formal ontologi adalah memberi dasar yang paling umum tiap masalah yang menyakut manusia, dunia dan Tuhan. Nah, Dalam Filsafat manusia objek materialnya adalah manusia itu sendiri, sedangkan objek formalnya adalah ini manusia, alam kodratnya, strukturnya yang fundamental.
Dalam hakikat yang dikaji ilmu kealaman objek materialnya tersusun mengenai manusia, binatang, laut, atom. Semua objek material dapat dibedakan lagi. Misalnya manusia saja dapat dipandang secara matematis, fisik, biologis, psikologis, dan sebagainya.
Dan dalam hakikat yang dikaji ilmu sosial objek material adalah kehidupan sosial, gejala-gejala dan proses hubungan antara manusia yang mempengaruhi kesatuan manusia itu sendiri. Objek formal lebih ditekankan pada manusai sebagai makhluk social atau masyarakat. Dengan demikian objek formalnya sosiologi adalah hubungan manusia antara manusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia didalam masyarakat.
Lalu kami berdiskusi antar kelas, ada beberapa topik yang didiskusikan yaitu :
> Dalam Ontologis dijelaskan bahwa ilmu membatasi lingkup penelaah keilmuannya pada daerah yang berada didalam jangakuan pengalaman, kenapa hanya sebatas pada daerah yang berada dalam jangakauan pengalaman saja.
Jawab : Seperti definisi ontologi yaitu yang 'Ada' jadi kita tidak boleh menelaah yang belum ada atau bersifat mengubah kodrat. Manusia menelaah apa yang ditemukan oleh manusia itu sendiri, berdasarkan pengelaman, jadi menelaah yang 'ada'. Karena manusia hanya bisa mempelajari alam semesta sebagaimana adanya.
> Dalam pandangan filsafat ilmu, bagaimana proses atau cara ontologi menunjukan tentang kebenaran suatu hal atau masalah?
Jawab : Untuk menunjukan tentang kebenaran suatu hal ontologi memerlukan proses bagaimana realitas tersebut dapat diakui kebenarannya. Yang diperlukan dasar dari pola berfikir, dan pola berfikir didasarkan pada bagaimana ilmu pengetahuan digunakan sebagai dasar pembahasan realitas.
Itu beberapa kesimpulan dari hasil diskusi kelas kami, semoga dapat bermanfaat dan mohon maaf apabila masih terdapat kesalahan dalam penulisan.
Wassalamuallaikum Wr. wb
Tentang penulis,
Nama : Ashfiya Zahrah Mufidah
NIM : 63030200001
Kelas : 5A/AKS
Komentar
Posting Komentar