FILSAFAT ILMU : KEBENARAN NON ILMIAH
Assalamuallaikum wr. wb
Minggu kali ini saya akan menyampaikan materi filsafat mengenai Kebenaran Non Ilmiah, semoga dapat bermanfaat untuk teman-teman semua.
A. Definisi Kebenaran Non Ilmiah
Untuk mengetahui mengenai jenis-jenis pengetahuan menurut
pengetahuan dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Pengetahuan non ilmiah
2. Pengetahuan Ilmiah
Pengetahuan non ilmiah adalah pengetahuan yang diperoleh dengan menggunakan cara-cara yang tidak teremasuk dalam kategori metode ilmiah. Dalam hal ini termasuk juga pengetahuan yang dalam tahap terakhir direncanakan untuk diolah menjadi pengetahuan ilmiah, yang biasanya disebut dengan istilah pengetahuan pra ilmiah. Pengetahuan non ilmiah ialah pengetahuan yang diperoleh dengan menggunakan cara-cara yang tidak termasuk dalam kategori metode ilmiah. Secara umum pengetahuan non ilmiah ialah hasil pemahaman manusia mengenai suatu objek tertentu yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari.
Secara umum pengetahuan non ilmiah merupakan segenap hasil pemahaman manusia atas sesuatu atau objek tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini yang cocok adalah hasil penglihatan, hasil pendengaran, hasil pembauan, yang merupakan campuran dari hasil penyerapan secara indrawi dengan hasil pemikiran secara akali. Disisi lain, termasuk dalam kategori pengetahuan non ilmiah hasil pemahaman manusia yang berupa ungkapan terhadap hal-hal yang gaib. Yang biasanya diperoleh dengan mengunakan intuisi, yang sering disebut dengan pengetahuan intuitif. Pengetahuan ini diperoleh dengan menggunakan adi-indra atau adi-akal, dapat juga disebut istilah pengetahuan adi-indrawi atau pengetahuan adi-akali.
B. Jenis Kebenaran Non Ilmiah
Pendekatan non ilmiah merupakan cara penemuan kebenaran yang dilakukan dengan tidak melalui langkah-langkah tertentu maupun urut-urut tertentu, namun kebenarannya dapat ditentukan dengan cara:
1. Kebenaran karena akal sehat (Common Sense)
Akal sehat banyak digunakan oleh orang-orang awam dalam membicarakan atau memutuskan suatu hal. Akal sehat merupakan serangkaian konsep (concept) atau bagian konseptual (conceptual scenes) yang memuaskan untuk digunakan secara praktis. Meskipun akal sehat dapat menemukan kebenaran namun dapat juga menyesatkan atau hasilnya kurang tepat dalam penggunaannya. Seperti pada abad ke 19 dengan akal sehat orang percaya bahwa
hukuman terhadap anak didik merupakan alat utama dalam pendidikan, namun ternyata salah atau kurang tepat setelah adanya penelitian selanjutnya: justru akal yang merupakan alat utama. Akal sehat terkadang juga dapat menjurus pada prasangka, karena sangat dipengaruhi oleh kepentingan yang menggunakan.
2. Penemuan secara kebetulan
Suatu peristiwa yang tidak disengaja kadang-kadang ternyata menghasilkan suatu kebenaran yang menambah perbendaharaan pengetahuan manusia, karena sebelumnya kebenaran itu tidaklah diketahui. Sepanjang sejarah manusia, penemuan secara kebetulan itu banyak terjadi, dan banyak diantaranya yang sangat berguna. Penemuan secara kebetulan diperoleh tanpa rencana, tidak pasti serta tidak melalui langkah-langkah yang sistimatik dan terkendali (terkontrol). Penemuan secara kebetulan maksudnya penemuan yang sebelumnya tidak diperhitungkan terlebih dahulu. Penemuan secara kebetulan ada yang menggoncangkan dunia ilmu pengetahuan seperti penemuan kristal arease oleh Summers. Namun penemuan secara kebetulan tidak selalu merupakan kebenaran asasi. Contoh lain, pernahkan Anda memperoleh pengalaman ketika jam beker berhenti, kemudian kita tepuk-tepuk dan ternyata jalan lagi. Contoh ini tidak bisa berlaku dalam setiap beker mati untuk bisa hidup kembali.
3. Kebenaran karena trial and error
Mencoba sesuatu secara berulang-ulang, walaupun selalu menemukan kegagalan dan akhirnya menemukan suatu kebenaran disebut cara kerja trial and error. Dengan cara ini seseorang telah aktif melakukan usaha untuk menemukan sesuatu, meskipun sebenarnya tidak mengetahui dengan pasti tentang sesuatu yang ingin dicapainya sebagai tujuan dalam melakukan percobaan itu. Penemuan coba-coba (trial and error) diperoleh tanpa kepastian akan diperolehnya sesuatu kondisi tertentu atau pemecahan sesuatu masalah. Usaha coba-coba pada umumnya merupakan serangkaian percobaan tanpa kesadaran akan pemecahan tertentu. Pemecahan terjadi secara kebetulan setelah dilakukan serangkaian usaha; usaha yang berikut biasanya agak lain, yaitu lebih maju, daripada yang mendahuluinya. Penemuan secara kebetulan pada umumnya tidak efisien dan tidak terkontrol.
Penemuan secara trial and error (coba-coba) adalah penemuan kebenaran dengan cara mencoba dan mencoba lagi, dimana pada saat mengadakan tindakan (trial) tidak ada kesadaran yang pasti mengenai pemecahan yang akan dilakukan atau bersifat untung-untungan. Dari satu percobaan yang gagal, dilakukan lagi percobaan ulangan yang mengalami kegagalan pula. Demikian dilakukan terus percobaan demi percobaan dan kegagalan demi kegagalan, tanpa rasa putus asa sehingga akhirnya sebagai suatu surprise dari serangkaian percobaan itu ditemukan suatu kebenaran. Kebenaran yang menambah perbendaharaan pengetahuan, yang kebenarannya semula tidak diduga oleh yang bersangkutan.
4. Kebenaran intuitif
Kebenaran secara intuitif diperoleh manusia secara cepat sekali melalui proses di luar kesadaran dan tanpa melalui proses penalaran atau berfikir. Kebenaran yang diperoleh melalui intuitif sukar dipercaya karena kebenaran ini tidak menggunakan cara-cara yang rasional dan sistematis.6 Dalam pendekatan intuitif orang menentukan “pendapat” mengenai sesuatu berdasar atas “pengetahuan” yang langsung atau didapat dengan cepat melalui proses yang tak disadari atau yang tidak difikirkan lebih dahulu.
5. Kebenaran karena otoritas (kewibawaan)
Di dalam masyarakat, kerapkali ditemui orang-orang yang karena kedudukan pengetahuannya sangat dihormati dan dipercayai. Orang tersebut memiliki kewibawaan yang besar di lingkungan masyarakatnya. Banyak pendapatnya yang diterima sebagai kebenaran. Kepercayaan pada pendapatnya itu tidak saja karena kedudukannya di dalam masyarakat itu, misalnya sebagai pemimpin atau pemuka adat atau ulama dan lain-lainnya, tetapi dapat juga karena keahliannya dalam bidang tertentu.
6. Kebenaran melalui wahyu
Penemuan kebenaran melalui wahyu maksudnya kebenaran itu tersurat atau tersirat didalam wahyu. Kebenaran yang didasarkan pada wahyu merupakan kebenaran mutlak, jika wahyu datangnya dari Allah melalui Rasul dan Nabi. Kebenaran ini bukan disebabkan oleh hasil penalaran manusia secara aktif. Karena kebenaran itu mutlak, maka kebenaran tersebut tidak perlu dipertanyakan dan diuji lagi. Misalnya, Allah itu ada, Esa, adil dan maha penguasa alam semesta.
7. Penemuan kebenaran secara spekulatif
Cara ini mengandung kesamaan dengan cara trial and error karena mengandung unsur untung-untungan dalam mencari kebenaran. Oleh karena itu cara ini dapat dikatagorikan sebagai trial and error yang teratur dan terarah.
Sekian penyampaian materi yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya dalam penulisan mohon dimaafkan.
Wassalamuallaikum wr. wb
Tentang Penulis,
Nama : Ashfiya Zahrah Mufidah
NIM : 63030200001
Kelas : 5A/AKS
Komentar
Posting Komentar