FILSAFAT ILMU : HUBUNGAN ETIKA DAN ILMU

 Assalamuallaikum Wr. Wb 

    Ilmu pengetahuan pada dasarnya lahir dan berkembang sebagai konsekuensi dari  usaha-usaha menusia baik untuk memahami realitas kehidupan dan alam semesta maupun untuk menyelesaikan permasalahan hidup yang dihadapi, serta mengembangkan dan  melestarikan hasil yang sudah dicapai oleh manusia sebelumnya. Usaha-usaha tersebut terakumulasi sedemikian rupa sehingga membentuk tubuh ilmu pengetahuan yang memiliki strukturnya sendiri. Ilmu pengetahuan juga bersifat independen (bebas dari nilai), tetapi disisi  lain sebagai instrument (alat dan proses) keberadaannya koheren, tergantung, dan diarahkan.

    Sedangkan kajian mengenai etika pada awal sejarah filsafat Yunani Sokrates, Plato, dan Aristoteles telah meletakan dasar bagi etika dikembangan terus dalam bentuk murni di zaman modern. Adapun dalam Ilmu pengetahuan berupaya mengungkapkan realitas sebagaimana adanya, etika dan moral pada dasarnya adalah petunjuk tentang apa yang seharusnya dilakukan manusia. Ilmu pengetahuan merupakan seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian

    Istilah etika diartikan sebagai suatu perbuatan standar (standard of conduct ) yang memimpin individu, etika adalah suatu studi mengenai perbuatan yang sah dan benar dan moral yang lakukan seseorang. Aristoteles mendefinisikan etika sebagai suatu kumpulan  aturan yang harus dipatuhi oleh manusia. Etika juga memiliki stresing terhadap kajian system  nilai-nilai yang ada. Oleh karena itu apabila kita kaitkan etika dengan perdagangan dalam  Islam, maka akan melahirkan suatu kesimpulan bahwa perdagangan harus mengacu nilai-nilai  keislaman yang telah baku dari sumber aslinya yaitu al-Quran dan al- Sunnah. 

    Etika selain dari pada bagian dari ilmu pengetahuan atau bagian dari filsafat ilmu, juga  merupakan panduan dari nilai-nilai terhadap tata cara individu, masyarakat maupun bernegara. setiap kehidupan itu perlu suatu etika (etiket) agar nilai-nilai moralitas dapat terjaga di dalam kehidupan itu sendiri. Selain itu, etika dalam pandangan agama Islam merupakan akhlak. Hubungan etika dengan ilmu adalah merupakan pembatasan agar pemikiran manusia yang haus akan kebenaran dapat terjaga tidak keluar dari norma norma yang seharusnya tetap dipertahankan karena itulah akal yang dibebaskan akan mengarah kepada kesesatan.

    Etika memang bukanlah bagian dari Ilmu Pengetahuan. Etika lebih merupakan sarana untuk memperoleh orientasi kritis yang berhadapan dengan moralitas atau perwujudan dalam bentuk perilaku yang baik (Akhlak mulia). Kendati demikian etika tetaplah berperan penting dalam ilmu pengetahuan. Penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan bermasyarakat sehari￾hari memerlukan adanya dimensi etis sebagai pertimbangan yang terkadang ikut berpengaruh dalam proses perkembangan ilmu pengetahuan selanjutnya.

    Dengan begitu tanggung jawab etis, merupakan hal yang menyangkut kegiatan maupun  penggunaan ilmu pengetahuan Dalam hal ini berarti ilmuwan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan harus memperhatikan kodrat dan martabat manusia, menjaga keseimbangan ekosistem, bertanggung jawab pada kepentingan umum, dan generasi mendatang, serta bersifat universal karena pada dasarnya ilmu pengetahuan adalah untuk mengembangkan dan memperkokoh eksistensi manusia bukan untuk menghancurkan eksistensi manusia dan bukan menjadikan manusia menjadi budak teknologi dari ilmu pengetahuan itu sendiri. Keberadaan tanggung jawab etis tidak bermaksud menghambat kemajuan ilmu pengetahuan.

    Justru dengan adanya dimensi etis yang mengendalikan, kemajuan ilmu pengetahuan akan semakin berlomba-lomba meningkatkan martabat manusia sebagai “tuan” teknologi dan bukan hamba teknologi. Tanggung jawab etis juga diharapkan mampu menginspirasi, memacu, memobilitasi, dan memotivasi manusia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang tidak mencelakakan manusia serta aman bagi lingkungan hidup.

Wassalamuallaikum Wr. Wb 

Tentang Penulis, 

Nama : Ashfiya Zahrah Mufidah 

NIM : 63030200001

Kelas : 5A/AKS

Komentar